Penyebab Nyeri Pada Payudara, Waspada Kanker Payudara !

Hal yang mulai dikhawatirkan oleh semua wanita adalah jika terjadi rasa nyeri yang tidak biasa seperti sakit yang menusuk atau terasa kencang pada payudara. Nyeri semacam ini biasanya terasa hanya beberapa hari misalnya sebelum atau selama nyeri saat haid atau bahkan karena adanya penyakit pada payudara anda.


Rasa nyeri saat siklus haid tentu biasanya akan hilang dengan sendirinya tetapi jika rasa nyeri pada payudara tidak mereda dan semakin terulang dengan rasa sakit pada lokasi yang berbeda-beda, hal ini menjadi kondisi wapada untuk wanita.

Penyebab nyeri pada payudara bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
  • Siklus menstruasi. Umumnya nyeri pada payudara terkait siklus menstruasi dirasakan tiga hari sebelum menstruasi dan akan membaik setelah menstruasi selesai, meski intensitas rasa nyeri dapat beragam tiap bulannya. Nyeri jenis ini disebut nyeri payudara siklik.
  • Mastitis. Umumnya mastitis dialami wanita menyusui yang menyebabkan nyeri pada payudara dan bengkak akibat peradangan.
  • Benjolan pada payudara. Benjolan payudara yang bersifat jinak (non- kanker) dapat timbul sehingga memicu rasa nyeri.
  • Abses pada payudara. Yaitu terbentuknya kumpulan nanah di dalam payudara.
  • Cedera bagian tubuh lain. Nyeri pada payudara dapat diakibatkan oleh cedera dari bagian tubuh lain seperti  cedera otot di sekitar dada.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat antijamur, antidepresan atau antipsikotik kemungkinan menyebabkan rasa sakit.
  • Ukuran payudara.Wanita dengan ukuran payudara besar mungkin mengalami nyeri pada payudara, dan nyeri bisa sampai ke leher, bahu dan punggung.
  • Ketidakseimbangan asam lemak. Kemungkinan dapat memengaruhi sensitivitas jaringan payudara hingga sirkulasi hormon.
  • Operasi payudara. Rasa nyeri setelah operasi payudara dapat dirasakan lebih lama pada sebagian wanita.

Cara Mengatasi Nyeri Pada Payudara

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa nyeri pada payudara tanpa obat-obatan, antara lain menggunakan bra yang sesuai, mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, mengurangi asupan kafein dan berhenti merokok. Anda juga dapat menggunakan kompres air hangat ataupun dingin.

Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi parasetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk membantu meringankan nyeri. Namun, bagi wanita di bawah usia 20 tahun, sebaiknya hindari konsumsi aspirin karena dapat meningkatkan risiko Reye’s syndrome. Ketika mengonsumsi obat, perhatikan label kemasan untuk dosis dan cara penggunaannya.

Jika Anda tengah hamil atau sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan .

Nyeri pada payudara yang parah atau berlangsung terus menerus hingga lebih dari tiga minggu, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Waspada kondisi husus nyeri pada payudara yang harus anda segera konsultasikan:
  1. Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  2. Keluarnya cairan yang diiringi darah dari puting payudara.
  3. Ruam di sekitar puting atau perubahan bentuk puting
  4. Bengkak atau benjolan disertai nyeri pada ketiak dan tidak sesuai dengan datangnya siklus haid
  5. Tampak dimpling atau permukaan payudara yang nampak seperti ditarik dari dalam jaringan payudara
  6. Gejala infeksi seperti bengkak, kemerahan atau rasa panas payudara yang disertai atau tidak disertai
Nyeri pada payudara merupakan hal yang biasa terjadi, terutama menjelang siklus menstruasi. Namun, waspadai rasa sakit yang diiringi dengan gejala lain ataupun berlangsung lama, dikhawatirkan kondisi tersebut adalah gejala awal kanker payudara atau penyakit kelenjar payudara.
Belum ada tanggapan untuk "Penyebab Nyeri Pada Payudara, Waspada Kanker Payudara !"

Posting Komentar