Tips Posisi Bercinta yang Aman Saat Hamil

 

Amankah Jika Berhubungan Seks Saat Istri Hamil Muda atau Tua?

Salah satu hal yang mungkin menjadi penasaran bagi para wanita dan pria yang baru saja mengalami masa kehamilan untuk berhubungan intim, hubungan seksual saat hamil tergolong aktivitas yang aman jika anda penasaran ingin melakukannya..

Sebagian wanita hamil mungkin merasa ragu serta cemas apakah aman berhubungan seks di masa awal kehamilan, terutama di trimester pertama saat gejala hamil terjadi. Sama halnya dengan yang dipikirkan sang istri suamipun merasa ragu juga khawatir apakah berhubungan intim saat hamil itu aman bagi ibu dan bayinya atau malah sebaliknya.

Padahal, selama tidak ada masalah dalam kehamilan Anda, berhubungan seks tidak akan membawa dampak buruk bagi janin dan sang ibu.

Beberapa Posisi Bercinta Yang Tidak Berbahaya Saat Hamil :

1. Posisi Bercinta Saat Hamil Misionaris

Posisi yang klasik. Anda tentu saja mengetahui posisi ini karena merupakan salah satu posisi yang disebut-sebut ‘bawaan’ genetik manusia. Posisi misionaris adalah gaya bercinta yang telah ada sejak lama, dan merupakan posisi bercinta standar sejak zaman nenek moyang kita. Keberlangsungan spesies manusia tampaknya 90% sangat bergantung pada posisi ini. Selain itu, posisi ini juga dikenal sebagai salah satu posisi seks yang paling nikmat.

Selain klasik, posisi bercinta misionaris juga adalah salah satu posisi bercinta yang aman untuk dilakukan ketika sedang hamil. Hanya saja ada beberapa modifikasi berbeda tergantung dari seberapa tua usia kandungan pada saat hubungan intim dilakukan.

Pada usia kehamilan 1-3 bulan.
Pada usia kehamilan ini, posisi misionaris masih dapat dilakukan dengan berbagai modifikasi gaya. Sang suami dapat menindih tubuh sang istri, juga dapat menarik kaki sang istri ke atas bahunya. Pada usia kehamilan ini, tidak ada modifikasi misionaris yang dapat membahayakan janin.

Pada usia kehamilan 3-6 bulan.
Pada usia kehamilan ini, sang suami sudah tidak sebaiknya menindih perut sang istri saat melakukan hubungan. Tapi mengangkat kaki sang istri tinggi untuk penetrasi yang lebih dalam masih dapat dilakukan. Disini sang suami dapat melakukan gaya misionaris dengan bertumpu pada lututnya sambil menegakkan badan. Walaupun mengangkat kaki sang istri tinggi-tinggi masih diperbolehkan, tapi sangat disarankan untuk melakukan gaya ini dengan menekuk lutut sang istri atau melingkarkan kakinya ke bagian pinggang sang suami.

Pada usia kehamilan 6 bulan ke atas.
Pada usia kehamilan ini, sang suami haris lebih berhati-hati saat melakukan hubungan intim. Bahkan banyak ahli yang menyarankan bahwa hubungan seksual sebaiknya dikurangi atau ditiadakan sejak kehamilan menginjak usia ini. Posisi bercinta misionaris dapat dilakukan seperti pada usia kehamilan 3 bulan hingga 6 bulan, hanya saja penetrasi tidak sebaiknya dilakukan terlalu dalam, terlalu cepat, atau terlalu keras. Ini karena goncangan yang terlalu keras bisa saja menyebabkan efek yang berbahaya bagi sang bayi.

2. Posisi Bercinta Doggy Style

Ketika wanita sedang hamil, salah satu posisi bercinta yang aman adalah dengan melakukannya dalam keadaan menungging. Ya, doggy style adalah salah satu gaya yang aman bagi Ibu hamil. Tapi lagi-lagi tergantung pada usia kehamilan sang Ibu, sang suami harus mengatur tempo penetrasinya. Pada usia kehamilan yang sudah tua atau 6 bulan ke atas misalnya, sang suami tidak lagi disarankan untuk melakukan sodokan yang terlalu keras ataupun terlalu cepat. Sisi baiknya, pada usia kehamilan ini pasangan dapat melakukan hubungan intim dengan lambat dan mesra. Ini juga dapat meningkatkan keintiman keduanya.

3. Posisi Bercinta Sideways

Posisi bercinta sideways memiliki banyak modifikasi dan kombinasi. Semuanya dapat dinilai aman, karena pada posisi ini pasangan dapat memposisikan diri berdasarkan kenyamanan dan juga ukuran panjang penis sang suami. Untuk suami dengan panjang penis yang kurang dari standar misalnya (di bawah 13 cm), posisi sideways sebaiknya dilakukan tidak berhadapan namun sang pria sedikit lebih berada di bawah agar dapat melakukan penetrasi yang dalam.

Pada posisi sideways, pasangan berbaring ke samping dan saling berhadapan satu sama lain. Bagi pria dengan penis yang standar dan di atas standar dapat melakukan posisi sideways sambil membelakangi istri. Dengan mengambil posisi dari belakang, selain lebih aman bagi sang Ibu hamil juga dapat memberikan kenikmatan yang lebih karena tangan sang suami bebas melakukan stimulasi pada istri dari belakang. Tapi tetap saja, kecepatan dan kedalaman penetrasi harus disesuaikan berdasarkan usia kehamilan sang istri.

Adakah Risiko yang Bisa Saja Terjadi?

Bayi Anda dilindungi cairan ketuban dan otot yang kokoh menopang rahim. Orgasme dengan atau tanpa senggama tidak akan menyebabkan bayi Anda lahir prematur. Namun hubungan seks dapat tetap berisiko menyebabkan gangguan pada janin, yaitu:
  1. Kromosom yang tidak normal atau sejumlah kondisi lain dapat berpotensi menyebabkan keguguran.
  2. Kontraksi uterus. Namun jenis kontraksi ini berbeda dengan yang Anda rasakan menjelang kelahiran bayi.
Meski berhubungan seks saat hamil pada umumnya aman, namun ada beberapa kondisi saat ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas ini:
  • Mengalami pendarahan yang tidak terjelaskan.
  • Mengalami kebocoran air ketuban.
  • Punya riwayat persalinan prematur.
  • Leher rahim terbuka terlalu awal.
  • Mengalami placenta privea, yaitu saat plasenta melekat pada bagian bawah rahim sehingga menutupi bukaan leher rahim.

Belum ada tanggapan untuk "Tips Posisi Bercinta yang Aman Saat Hamil"

Posting Komentar