Hawatir Obesitas Pada Anak? Ini Tugas Orangtua


Sebagi salah satu contoh masalah obesitas pada anak yaitu Arya Permana bocah asal Karawang yang memiliki berat badan mencapai 190 kilogram ini dapat dikategorikan dalam obesitas kronis, hal ini cukup menghawatirkan dan juga bisa berbahaya pada kesehatan tubuh lainnya.

Saat ini mungkin saja arya sedang melakukan diet makan khusus yang sudah diatur oleh pihak dokter dan rumah sakit agar berat badannya terus menurun, Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki kadar lemak yang banyak sehingga menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan berlebih. Sebenarnya setiap orang memang diharuskan memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan energi dan lainnya. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka lemak yang menimbun dapat merugikan metabolisme tubuh.

Normalnya anak seusia Arya ini berkesempatan untuk melakukan setumpuk aktivitas demi menyeimbangkan fisik dan mental selama masa pertumbuhan. Sayangnya, Arya tak mampu melakukan hal tersebut akibat tulangnya tak kuat menopang badan yang terlalu berat.


Kasus obesitas seperti Arya cukup memprihatinkan dan juga menjadi lampu kuning untuk para orangtua dalam menjaga pola makan anak sehari-hari. Dalam masa pertumbuhan, jumlah makanan yang dikonsumsi anak harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kembang dan aktifitas mereka.

Dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, seorang dokter pemerhati gaya hidup mengatakan, "Orangtua itu berperan penting, jadi orangtua harus involved, orangtua harus kasih contoh. Jadi yang pegang plan itu ya harus orangtua dan anak harus jalanin."

Menurut Grace, aktivitas fisik atau berolahraga penting untuk diterapkan oleh orangtua sejak usia pertumbuhan anak, yang terhitung di usia 7 hingga 12 tahun. Terlebih budaya makan orangtua juga menjadi cara untuk menyiasati anak terhindar dari bahaya obesitas.

"Orangtua harus mendukung lingkungan agar anak itu bisa berlaku seperti apa yang orangtua inginkan. Kalau orangtuanya enggak makan sayur tapi nyuruh anaknya makan sayur ya enggak akan berhasil. Jadi orangtua harus selalu mencontohkan," tutup Grace. Kamis (14/07/2016).
Belum ada tanggapan untuk "Hawatir Obesitas Pada Anak? Ini Tugas Orangtua "

Posting Komentar